Dalam Jade Dynasty (Zhu Xian) Season 2 Episode 25 (atau Episode 51 secara keseluruhan), cerita berada pada fase transisi yang sangat emosional dan gelap setelah kematian Penyihir Agung. Episode ini menandai berakhirnya harapan jangka pendek Xiao Fan untuk membangunkan Bi Yao dan dimulainya ancaman global dari Beast God.
Berikut adalah ringkasan jalan ceritanya:
1. Duka Mendalam Gui Li
Setelah Penyihir Agung (Great Sorcerer) menghembuskan napas terakhirnya tepat setelah ritual gagal, Gui Li (Xiao Fan) mengalami pukulan mental yang luar biasa. Ia terduduk lemas di samping tubuh Bi Yao. Selama sepuluh tahun, motivasi tunggalnya adalah momen ini, dan kegagalan tersebut membuatnya merasa seluruh usahanya sia-sia.
2. Pesan Terakhir untuk Menghentikan Beast God
Sebelum meninggal, Penyihir Agung memberikan informasi krusial kepada Gui Li tentang asal-usul Beast God dan bagaimana makhluk tersebut tercipta dari emosi negatif manusia dan sihir kuno. Gui Li kini memegang tanggung jawab yang tidak ia inginkan: menjadi orang yang paling tahu cara menghentikan bencana yang akan datang, meskipun hatinya sendiri sedang hancur.
3. Kehancuran di Perbatasan Selatan
Segel yang menahan Beast God mulai pecah sepenuhnya. Di episode ini, diperlihatkan visual monster-monster kuno yang mulai keluar dari lembah-lembah terlarang dan membantai desa-desa di Perbatasan Selatan. Aura merah gelap menyelimuti langit, menandakan bahwa "Kiamat" bagi dunia kultivator telah dimulai.
4. Xiao Bai sebagai Penopang
Xiao Bai (Rubah Ekor Sembilan) memainkan peran penting di episode ini. Ia adalah sosok yang memaksa Gui Li untuk bangkit dari keterpurukannya. Xiao Bai mengingatkan bahwa jika Beast God menguasai dunia, maka tempat persemayaman Bi Yao di Huqi Mountain juga tidak akan aman. Hal inilah yang akhirnya memicu Gui Li untuk kembali bergerak.
5. Kepulangan ke Sekte Raja Hantu
Gui Li memutuskan untuk membawa kembali tubuh Bi Yao ke Sekte Raja Hantu. Di sana, ia harus menghadapi Raja Hantu (Fu Yi) yang juga merasa terpukul dengan kegagalan ritual tersebut. Namun, alih-alih berduka, Raja Hantu justru semakin terobsesi untuk menyelesaikan Four Spirit Blood Array sebagai satu-satunya cara (menurutnya) untuk menandingi kekuatan Beast God yang baru bangkit.
Poin Penting Episode 51:
Perubahan Karakter: Gui Li menjadi jauh lebih pendiam dan dingin. Tatapan matanya menunjukkan bahwa ia telah "mati" di dalam, dan kini hanya bergerak berdasarkan kewajiban dan perlindungan terhadap Bi Yao.
Skala Kekuatan: Episode ini menunjukkan bahwa kekuatan tingkat Master sekalipun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aura Beast God.
Hubungan dengan Qingyun: Meskipun berada di Selatan, bayangan Lu Xueqi muncul sebagai pengingat bahwa konflik antara cinta, tanggung jawab, dan sekte akan segera mencapai puncaknya di musim berikutnya.
