Dynasty (Zhu Xian) Season 3, Episode 16 atau 68



 Dalam Jade Dynasty (Zhu Xian) Episode 68 (Season 3, Episode 16), suasana berubah dari kesedihan yang mendalam menjadi kehampaan yang dingin. Setelah kegagalan ritual pemanggilan jiwa di episode sebelumnya, Zhang Xiaofan (Gui Li) berada pada titik terendah dalam hidupnya.

Berikut adalah ringkasan cerita untuk Episode 68:

1. Kedukaan di Reruntuhan Kuil

Episode dimulai dengan keheningan yang menyesakkan di dalam kuil Suku Miao. Gui Li terduduk lemas di samping jenazah Sang Penyihir Agung. Harapan yang baru saja melambung tinggi kini hancur total. Xiao Bai (Rubah Ekor Sembilan) mencoba mendekatinya, namun ia menyadari bahwa kata-kata tidak akan bisa menghibur Xiaofan saat ini.

2. Penyerahan Warisan Sang Penyihir

Sebelum benar-benar kehilangan seluruh energinya, Sang Penyihir Agung sempat memberikan pesan terakhir atau sebuah benda pusaka (tergantung detail adaptasi animasi) kepada Gui Li. Pesan ini berkaitan dengan rahasia Beast God dan tanggung jawab untuk melindungi dunia dari kehancuran yang akan datang. Meskipun awalnya Xiaofan tidak peduli pada nasib dunia, Xiao Bai mengingatkannya bahwa kehancuran dunia juga berarti hilangnya tempat peristirahatan Bi Yao.

3. Pertemuan Tak Terduga: Gui Li dan Lu Xueqi

Saat Gui Li keluar dari reruntuhan kuil dengan langkah gontai, ia akhirnya berhadapan langsung dengan Lu Xueqi.

  • Momen Emosional: Tidak ada pedang yang terhunus di awal. Xueqi melihat wajah Xiaofan yang hancur karena kesedihan, dan untuk sejenak, ia melepaskan statusnya sebagai murid Qingyun.

  • Dialog: Xueqi mencoba mengajak Xiaofan untuk berhenti mengejar hal yang mustahil dan kembali, namun Xiaofan menjawab dengan dingin bahwa jalan mereka sudah benar-benar terpisah. Ketegangan meningkat ketika murid-murid Qingyun lainnya muncul, memaksa mereka kembali ke realita bahwa mereka adalah musuh.

4. Kebangkitan Beast God yang Semakin Dekat

Di bagian akhir episode, fokus berpindah ke Gua Kuno di wilayah Selatan. Tanpa adanya Sang Penyihir Agung yang menjaga segel, aura gelap Beast God meledak dan menyebar ke seluruh hutan.

  • Makhluk-makhluk raksasa mulai bangkit dan bergerak menuju wilayah manusia (dataran tengah).

  • Episode ditutup dengan penampakan bayangan raksasa dari Beast God yang mulai terbentuk, menandakan bahwa perang besar yang akan melibatkan seluruh sekte (Benar dan Iblis) akan segera dimulai.

5. Tekad Baru Gui Li

Meskipun gagal membangkitkan Bi Yao, Gui Li menyadari bahwa ia tidak boleh membiarkan kekuatan Beast God mengacaukan segalanya. Dengan dorongan dari Xiao Bai, ia memutuskan untuk mencari cara lain, yang membawanya menuju konflik langsung dengan sang Dewa Binatang.


Poin Penting di Episode 68:

  • Perubahan Karakter: Xiaofan tampak kehilangan "cahaya" di matanya. Ia bergerak sekarang bukan lagi berdasarkan harapan, melainkan berdasarkan insting bertahan hidup dan tanggung jawab yang dipaksakan padanya.

  • Visual: Kontras antara salju atau debu reruntuhan dengan aura biru dari pedang Tianya milik Xueqi dan aura hitam Soul Eater milik Xiaofan menciptakan sinematografi yang sangat dramatis.


Kode AdSense

file ads.txt

google.com, pub-9244757118352120, DIRECT, f08c47fec0942fa0

tag meta

Iklan Bawah Artikel