Dalam Jade Dynasty (Zhu Xian) Episode 67 (Season 3, Episode 15), cerita mencapai salah satu momen paling emosional dan mendebarkan dalam seluruh seri. Episode ini berfokus pada Ritual Pemanggilan Jiwa Bi Yao.
Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dalam episode ini:
1. Persiapan Ritual Pemanggilan Jiwa
Setelah meyakinkan Sang Penyihir Agung (Great Shaman), ritual yang telah lama dinantikan akhirnya dimulai di dalam kuil suci Suku Miao.
Gui Li (Zhang Xiaofan) mengeluarkan Lonceng Hehuan yang menyimpan fragmen jiwa terakhir Bi Yao.
Suasana di dalam kuil sangat mencekam dan penuh dengan energi magis kuno. Sang Penyihir Agung menggunakan seluruh sisa kekuatan hidupnya untuk memulai mantra pemanggil jiwa.
2. Harapan yang Singkat
Saat ritual berlangsung, keajaiban seolah terjadi. Cahaya hijau yang lembut (warna khas Bi Yao) mulai berpendar dari lonceng tersebut.
Jiwa Bi Yao perlahan-lahan mulai terbentuk dan tampak seolah-olah dia akan benar-benar kembali.
Penonton diperlihatkan wajah Gui Li yang biasanya dingin, kini penuh dengan air mata dan harapan yang sangat rapuh. Momen ini menjadi puncak emosional bagi para penggemar yang telah menunggu sejak akhir Season 1.
3. Gangguan dan Kegagalan yang Tragis
Namun, takdir berkata lain. Kekuatan Beast God yang semakin menguat di wilayah Selatan mengganggu stabilitas energi di sekitar kuil.
Di tengah proses yang kritis, tubuh Sang Penyihir Agung yang sudah sangat tua tidak mampu lagi menahan beban energi yang begitu besar.
Terjadi serangan mendadak dari luar kuil oleh sisa-sisa pasukan suku musuh yang telah dirasuki energi jahat. Meskipun Xiao Bai berjuang keras menahan mereka di luar, getaran dan gangguan energi tetap merambat ke dalam.
Ritual tersebut akhirnya gagal. Jiwa Bi Yao yang hampir terbentuk kembali terserap masuk ke dalam lonceng, dan Sang Penyihir Agung menghembuskan napas terakhirnya dalam penyesalan karena gagal membantu Xiaofan.
4. Keputusasaan Gui Li (Zhang Xiaofan)
Melihat harapan terakhirnya hancur tepat di depan matanya, Gui Li jatuh ke dalam keputusasaan yang sangat dalam. Ia memeluk lonceng tersebut sambil berteriak histeris.
Kejadian ini memicu kemarahan besar dalam dirinya. Energi kegelapan dari tongkat Soul Eater meledak, menghancurkan area di sekitarnya.
Xiao Bai masuk ke dalam kuil dan mencoba menenangkan Gui Li, namun ia menyadari bahwa luka batin Xiaofan kali ini mungkin terlalu dalam untuk disembuhkan.
5. Jejak Lu Xueqi yang Semakin Dekat
Di akhir episode, Lu Xueqi sampai di lokasi kuil tepat setelah ledakan energi terjadi. Ia hanya menemukan reruntuhan dan aura kesedihan yang ditinggalkan Xiaofan. Xueqi menemukan secarik kain atau jejak yang ia tahu milik Xiaofan, menyadari betapa hancurnya perasaan pria yang ia cintai itu saat ini.
Poin Utama Episode 67:
Momen Paling Sedih: Kegagalan ritual ini dianggap sebagai salah satu momen paling menyakitkan dalam perjalanan hidup Zhang Xiaofan.
Kematian Karakter: Wafatnya Sang Penyihir Agung menutup kemungkinan teknis untuk membangkitkan jiwa melalui jalur sihir kuno Selatan.
Transisi Karakter: Episode ini menandai titik di mana Gui Li mungkin akan menjadi jauh lebih kejam atau justru jatuh ke dalam kehampaan total.
