Langsung ke konten utama

Jade Dynasty

Jade Dynasty Season 3 Episode 59

  Dalam   Jade Dynasty Season 3 Episode 59 , ketegangan antara perasaan pribadi dan kewajiban terhadap dunia mencapai puncaknya, terutama bagi hubungan Zhang Xiaofan dan Lu Xueqi. Berikut adalah ringkasan cerita penting dalam episode ini: 1. Pertemuan di Tebing Patah Hati Setelah penolakan Xiaofan di episode sebelumnya, Lu Xueqi kembali menemui Xiaofan (Gui Li). Pertemuan ini sangat emosional karena Xueqi sekali lagi menegaskan bahwa ia bersedia melepaskan statusnya di Sekte Qingyun demi bersamanya. Xueqi mengungkapkan bahwa ia tidak peduli jika dunia menganggap mereka sesat, asalkan Xiaofan mau berhenti dari jalan kehancuran. Xiaofan, meski sangat tersentuh, masih terbelenggu oleh rasa bersalah terhadap Biyao dan kebenciannya pada masa lalu, sehingga menciptakan jarak yang menyakitkan di antara mereka. 2. Penolakan Tegas Lu Xueqi terhadap Li Xun Li Xun dari Lembah Fenxiang mencoba mendekati Xueqi untuk membicarakan rencana perjodohan dan aliansi mereka. Namun, Xueqi memberika...

Jade Dynasty (Zhu Xian) Season 2 Episode 26 atau episode 52

 


Pada Jade Dynasty (Zhu Xian) Season 2 Episode 26 (atau episode 52 secara keseluruhan), cerita mencapai puncak ketegangan yang sangat emosional dan krusial bagi perjalanan hidup Zhang Xiaofan.

Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dalam episode tersebut:

1. Pertempuran di Gunung Qingyun

Episode ini berfokus pada invasi besar-besaran faksi Iblis (Ghost King Sect dan aliansinya) ke markas besar faksi Kebajikan, Gunung Qingyun. Pertempuran berlangsung sangat sengit dan memakan banyak korban di kedua belah pihak.

2. Kebangkitan Pedang Zhu Xian

Dalam kondisi terdesak, Daoxuan (Ketua faksi Qingyun) terpaksa menggunakan senjata pamungkas yang sangat mematikan namun berbahaya: Pedang Zhu Xian. Kekuatan pedang ini sangat besar hingga mampu menghancurkan ribuan musuh dalam sekejap, namun pedang ini juga memiliki aura haus darah yang bisa mempengaruhi penggunanya.

3. Pengungkapan Rahasia Xiaofan

Di tengah kekacauan, rahasia Zhang Xiaofan terbongkar sepenuhnya. Ia diketahui memiliki teknik dari dua aliran yang berlawanan (Qingyun dan Tianyin) serta menggunakan Sinister Bead (pusaka faksi iblis). Hal ini membuat para tetua faksi Kebajikan menganggap Xiaofan sebagai pengkhianat.

4. Pengorbanan Terbesar Bi Yao

Ini adalah momen paling ikonik dalam seri ini. Saat Daoxuan melihat Xiaofan mulai kehilangan kendali karena amarah, ia mengarahkan serangan pedang Zhu Xian yang mematikan ke arah Xiaofan.

  • Bi Yao, yang sangat mencintai Xiaofan, tidak tinggal diam.

  • Ia menggunakan mantra terlarang "Great Fanaticism" (Mantra Pengorbanan Darah) untuk memblokir serangan pedang Zhu Xian demi menyelamatkan nyawa Xiaofan.

  • Sebagai harganya, jiwa Bi Yao hancur, dan tubuhnya jatuh tak bernyawa. Namun, berkat lonceng emasnya (Hehuan Bell), satu sisa jiwanya berhasil terselamatkan di dalam lonceng tersebut, mencegahnya menghilang selamanya.

5. Transformasi Menjadi Gui Li

Episode berakhir dengan duka yang mendalam. Kematian (atau kondisi koma) Bi Yao menghancurkan hati Xiaofan sepenuhnya. Ia kehilangan kepercayaan pada faksi Kebajikan yang selama ini ia bela. Momen ini menandai berakhirnya sosok "Zhang Xiaofan" yang polos dan dimulainya era baru sebagai Gui Li, sang Wakil Ketua Ghost King Sect yang dingin.


Kesimpulan Inti:

Episode ini adalah tragedi. Meskipun faksi Iblis berhasil dipukul mundur, harganya sangat mahal bagi Xiaofan karena ia kehilangan wanita yang paling dicintainya akibat serangan dari gurunya sendiri.